SEPUTAR KITA
13 Feb 2011
Lebih Cerdas dengan Berkata Jujur
Menurut seorang psikolog orang yang sering berkata tidak jujur (bohong), lambat laun menjadi kebiasaan yang sulit dihambat. Bila tidak berbohong terasa ada keberatan dalam jiwanya. Maka terbiasalah ia berdusta. Seolah jika tidak berdusta mulutnya terasa gatal.
Pertama kali seseorang berbuat dusta atau berbohong, biasanya ia akan merasa menyesal. Akan tetapi, ketika perbuatan bohong atau dusta itu sering dilakukan beberapa kali, ia akan merasa biasa saja, bahkan mulai pudar rasa penyesalannya.
Azab Bagi Yang Tak Bersyukur
Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dulunya aman lagi tentram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat,” (QS an-Nahl: 112)
Para mufassirin seperti Aisyah ra menafsirkan, yang dimaksudkan ayat ini adalah Makkah dan penduduknya yang semula dalam kondisi aman tentram, rezeki datang kepada mereka dengan mudah. Dan ketika mereka kufur kepada Nabi Muhamad saw dan menentangnya, Allah menghukum mereka dengan paceklik selama bertahun-tahun sehingga mereka memakan bangkai.
Para mufassirin seperti Aisyah ra menafsirkan, yang dimaksudkan ayat ini adalah Makkah dan penduduknya yang semula dalam kondisi aman tentram, rezeki datang kepada mereka dengan mudah. Dan ketika mereka kufur kepada Nabi Muhamad saw dan menentangnya, Allah menghukum mereka dengan paceklik selama bertahun-tahun sehingga mereka memakan bangkai.
Berdoa tapi tidak di kabulkan
Berdoa adalah senjata kaum Muslimin. Namun mengapa kadang doa kita tidak dikabulkan? Ada beberapa alasan. Pertama, perkara ini kembali pada kehendak Allah SWT. Karena itu makna firman Allah, “Aku perkenankan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku….” (QS. Al-Baqarah: 186) adalah, “Aku perkenankan—jika Aku berkehendak—permohonan orang yang berdoa.” Dalil hal ini adalah ayat 41 Surat al-An’am, “Hanya Dia lah yang kamu seru, dan jika Dia menghendaki, Dia menghilangkan kesusahan kamu; kemudian engkau tinggalkan apa yang engkau persekutukan dengan-Nya.”
Disebutkan bahwa Rasulullah saw berdoa dengan tiga hal namun yang dikabulkan hanya dua. Sedang permintaan yang satu, tidak dikehendaki Allah untuk dikabulkan, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim dan Imam Ahmad dari Abu Said.
Disebutkan bahwa Rasulullah saw berdoa dengan tiga hal namun yang dikabulkan hanya dua. Sedang permintaan yang satu, tidak dikehendaki Allah untuk dikabulkan, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim dan Imam Ahmad dari Abu Said.
13 Jan 2011
Agar Kita Lebih Ridho Menerima Ujian
Islam senantiasa mengajarkan kita jadi pribadi yang berimbang. Bersyukur ketika dapat kenikmatan dan sabar saat dapat musibah.
BANYAK di antara kita yang merasakan sebuah kehidupan yang tak nyaman. Ada yang merasa mirip hidup di sebuah rimba. Sebab, banyak kalangan yang lebih fasih jika berbicara dengan bahasa kekerasan. Banyak pihak yang lebih terampil berbahasa ‘kompetisi tanpa nurani’ di bidang ekonomi. Banyak pula yang lebih lihai ‘menghalalkan segala cara’ ketika berpolitik. Sementara, di level dunia, banyak negara yang lebih suka menggunakan moncong senjata sebagai ‘alat komunikasi’. Pendek kata, kita kerap merasa terasing justru di tengah keramaian, sehingga banyak yang lalu stres.
Islam memberi solusi. Sejarah hidup Ibrahim AS dan Muhammad SAW membuktikan, bahwa syariat Allah sempurna mengatasi masalah. Ibrahim tegar meniti hidup. Dia ‘berseberangan’ agama dengan sang ayah. Dia berlawanan dengan Namrudz, sang raja yang zalim. Sementara, di keluarganya sendiri, tak kalah rumit problemanya. Ismail –sang putra yang lama ditunggu kehadirannya-, harus dia kurbankan. Kita lihat, Ibrahim tidak stres.
Islam memberi solusi. Sejarah hidup Ibrahim AS dan Muhammad SAW membuktikan, bahwa syariat Allah sempurna mengatasi masalah. Ibrahim tegar meniti hidup. Dia ‘berseberangan’ agama dengan sang ayah. Dia berlawanan dengan Namrudz, sang raja yang zalim. Sementara, di keluarganya sendiri, tak kalah rumit problemanya. Ismail –sang putra yang lama ditunggu kehadirannya-, harus dia kurbankan. Kita lihat, Ibrahim tidak stres.
Curahan Hati Seorang Mantan Mahasiswa UIN
Naluri saya lebih bangga untuk membaca karya keluaran New York daripada Kairo. Bahkan atheisme lebih ilmiah daripada wahyu
Apakah Anda pernah menyaksikan film Band Of Brother garapan Steven Spielberg? Di mana bangunan runtuh dan betonnya menumpuk di daratan. Ya begitulah perasaan saya saat kali pertama menginjakkan kaki di Institut Agama Islam Negeri (IAIN).Bersama dengan seorang teman yang satu Madrasah Aliyah (MA), kami berjalan hati-hati sekali dan pelan melewati segundukkan puing bangunan yang berserakan di sana-sini. Di depan kami terhampar bebatuan yang lebih menyerupai kontrakan pasca dihancurkan. Saya mencari tahu ada apa sebenarnya dengan kampus yang terkenal karena beberapa alumnusnya ini? Jawaban baru saya ketahui ketika saya mengikuti awal-awal perkuliahan.
Saya bangga akhirnya diterima di sini, sedari awal cita-cita ini memang tertuju atas keinginan kuliah di kampus dengan aroma keilmuan yang kuat. Jika beberapa mahasiswa di kampus, lebih melihat pekuliahan sebagai syarat mendapat ijazah, membunuh waktu, bahkan ada yang tidak minat di jurusan hingga tidak gigih saat menuntut ilmu. Namun saya sudah menetapkan standar visi dan bagaimana nanti saya berkuliah jauh sebelum saya mengenal perguruan tinggi.
Langganan:
Postingan (Atom)